Tampil Nyentrik demi Islam dan Indonesia di SEA Games 2017

c

Kuala Lumpur, — Tak hanya sepak bola yang menyedot perhatian suporter, tim voli putra-putri Indonesia juga mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia yang hadir di Malaysia, Sabtu (27/8) sore.

Baik tim voli putra dan putri Indonesia lolos ke final dan akan berhadapan dengan Thailand di MITEC Hall 11, Duta Mas, Kuala Lumpur, Sabtu (27/8) sore. Dari sekian banyak suporter Indonesia yang menonton langsung, ada yang tampil nyentrik.

Adalah Muhammad Fathan Isbandi Ramadhan, yang tampil berbeda. Mahasiswa Universitas Islam Syekh Yusuf Jurusan Administrasi Negara menjadi sorotan karena paling bersemangat.

Fathan bisa dikatakan pejuang tunggal saat mendukung Indonesia di Mitech Hall 11. Pemuda 21 tahun itu memilih nonton bareng di luar stadion karena tribune penonton sudah penuh.

Para suporter Indonesia, termasuk Fathan, tetap meluberi areal nonton bareng di luar venue. Sebagian besar penonton mengampar di atas lantai karpet untuk menyaksikan pertandingan lewat layar kaca. Sementara Fathan, tetap berdiri.

Penampilannya yang unik cukup menyita perhatian. Mengenakan peci hitam, baju koko putih, serta celana ketat putih mirip dengan yang biasa digunakan atlet anggar.

Ia melilit lehernya dengan bendera merah-putih sambil memegang raket yang diikat bendera merah putih. Ini mengundang gelak tawa karena ia sedang menyaksikan pertandingan voli.

Fathan juga mengenakan lambang garuda di lengan kiri dan lambang Banten di lengan manan. Maklum, ia berasal dari Tangerang. Teriakan Fathan dengan lantang membuat kesan suporter Indonesia lebih banyak dari Thailand.

“Indonesia, tanah airku, putih tulangku bersatu dalam semangatku,” teriak Fathan.

“Indonesia! Jangan menyerah dan tetap berjuang! Boleh, boleh, boleh!” tambahnya lagi.

Semula, para pendukung Indonesia yang lain antusias dengan semangat Fathan. Namun lama kelamaan, mereka menjadi agak malu dengan tingkah Fathan yang terlalu percaya diri.

“Afgan dari Indonesia! Terima kasih cinta, boleh-boleh-boleh!” ucapnya.

Fathan di sela-sela pertandingan bercerita tujuannya datang ke Malaysia adalah untuk mempererat tali silahturahmi, menambah wawasan, dan riset sebagai mahasiswa.

“Bahwa terjadinya peristiwa bendera terbalik itu bukan kerjaan orang Indonesia. Indonesia-Malaysia selalu bekerja sama, itu bukan kerjaan orang muslim. Orang Malaysia sebenarnya ramah, paham agama, dan baik. Itu bukan kerjaan orang Islam,” kata Fathan meyakini pembuatan bendera terbalik bukan faktor kesengajaan.

“Di Malaysia, Islam lebih kencang. Saya dikasih makan di masjid dan musafir di sini dilayani dengan baik, saya percaya dengan Islam,” katanya menambahkan.

Fathan beberapa kali ganti penutup dalam aksinya. Mulai dari topi putih, songket Palembang, hingga peci hitam. Di balik perilakunya yang unik, Fathan mengaku sebagai muslim yang taat.

“Saya datang untuk Indonesia, tapi lebih utama lagi untuk Islam,” ucap pria yang menggemari olahraga wushu, bukutangkis, dan pencak silat Melayu-Indonesia tersebut.

Kendati begitu, uniknya kehadiran Fathan pun disukai para pendukung Thailand.

Misinya untuk menjalin tali silahturahmi dengan suporter dari negara lain cukup berhasil. Meski tim voli putri Indonesia tumbang dari Thailand, Fathan justru dikerubungi pendukung Thailand yang ingin berfoto bersama dengannya.

Blog Attachment

Related Blogs

Leave us a Comment